Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label Tokoh Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Februari 2019

Pengaruh Medsos Terhadap Kerukunan Beragama

“Ada rasa gelisah, ada rasa galau di dalam keberagamaan saat ini. Maka saya kira organisasi-organisai agama Islam yang ada di tanah air memang perlu berpikir ulang, bagaiamana mengembalikan agama seperti misinya yang pertama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW,” tutur Prof. Dr. H. M. Amin Abdullah pada acara pengajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019).


Dengan hadirnya media social menurut Prof. Amin Abdullah, yang semestinya menjadi arus utama dalam informasi, tetapi ketika masuk ke wilayah agama justru menjadi sebaliknya, yaitu tidak membahagiakan dan tidak mencerahkan.
“Nabi Muhammad diutus ke dunia ini bukan untuk menakut-nakuti orang, tetapi untuk membahagikan, untuk mencerahkan kiri-kanan, mencerahkan dirinya sendiri, jangan sampai kemudian, ya beragama, tapi tidak bahagia”, ucap Amin .


Prof. Amin berpesan bahwa apa bila kita ingin bahagia maka harus di jauhkan dari berprasangka buruk didalam kerukunan beragama.


Pada acara pengajian tersebut dihadiri oleh, Ketua Umum PP Muhammadiyah: Dr. H. Haedar Nashir M. Si, Sekretaris Umum: Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed dan Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar (AA Gym).

Sabtu, 21 Maret 2015

Kyai Haji Ahmad Dahlan

Kyai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwis (lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868 – meninggal di Yogyakarta, 23 Februari 1923 pada umur 54 tahun) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Ia adalah putera keempat dari tujuh bersaudara dari keluarga K.H. Abu Bakar. KH Abu Bakar adalah seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Besar Kasultanan Yogyakarta pada masa itu, dan ibu dari K.H. Ahmad Dahlan adalah puteri dari H. Ibrahim yang juga menjabat penghulu Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat pada masa itu.

Selasa, 22 April 2014

Studi Deskriptif tentang Tokoh-tokoh Filsafat Pendidikan Barat

Dari artikel ini dapat diketahui pemikiran tokoh-tokoh filsafat pendidikan dan
menjelaskan persamaan dan perbedaan pemikiran tokoh-tokoh tersebut.
HORACE MANN (1796-1859), FREIDRICH FROEBEL (1782-1852), CHARLOTTE MASON (1842-1923),

Rabu, 16 April 2014

Sejarah Hidup Muhammad "Arab Pra-Islam"

BAGIAN PERTAMA: ARAB PRA-ISLAM


Muhammad Husain Haekal


   “ Sumber peradaban pertama - Agama Yahudi dan Kristen    - Sekta-sekta Kristen dan Pertentangannya – Majusi    Persia di jazirah Arab - Jalan-jalan kafilah – Yaman    dan peradabannya - Sebabnya Jazirah bertahan pada    paganisma”.


 PENYELIDIKAN mengenai sejarah peradaban manusia dan dari  mana pula  asal-usulnya,  sebenarnya  masih  ada hubungannya dengan zaman kita sekarang  ini.  Penyelidikan  demikian  sudah  lama menetapkan,  bahwa  sumber peradaban itu sejak lebih dari enam ribu  tahun  yang  lalu  adalah  Mesir.  Zaman   sebelum   itu dimasukkan orang kedalam kategori pra-sejarah. Oleh karena itu sukar sekali akan sampai kepada suatu  penemuan  yang  ilmiah.


Sarjana-sarjana   ahli   purbakala   (arkelogi)  kini  kembali mengadakan penggalian-penggalian  di  Irak  dan  Suria  dengan maksud  mempelajari  soal-soal  peradaban  Asiria  dan Funisia serta  menentukan  zaman  permulaan   daripada   kedua   macam peradaban  itu:  adakah  ia  mendahului  peradaban  Mesir masa Firaun dan sekaligus mempengaruhinya, ataukah ia menyusul masa itu dan terpengaruh karenanya?


Lebih lanjut, silahkan baca  di halaman-halaman berikut ini:







 

Sejarah Hidup Muhammad

Dengan nama yang begitu  mulia,  jutaan  bibir  setiap  hari  mengucapkannya,   jutaan   jantung  setiap  saat  berdenyut, berulang kali. Bibir dan jantung yang bergerak dan berdenyut  sejak  seribu  tiga  ratus limapuluh tahun. Dengan nama yang begitu mulia, berjuta bibir akan terus mengucapkan,  berjuta jantung akan terus berdenyut, sampai akhir zaman  Pada    setiap    hari    di    kala    fajar   menyingsing, ingkaran-lingkaran putih di ufuk sana mulai  nampak  hendak menghalau   kegelapan  malam,  ketika  itu  seorang  muazzin bangkit, berseru kepada setiap makhluk insani, bahwa  bangun  bersembahyang  lebih  baik daripada terus tidur. Ia mengajak mereka  bersujud  kepada   Allah,   membaca   selawat   buat Rasulullah.