348 Pages·2019·59.83 MB· Downloads· English
Complete_Pure_Mathematics_2_3_for_Cambridge_International_AS_A_Level.pdf Sharon ...
Jaringan WiFi adalah teknologi jaringan wireless (jaringan komunikasi yang tidak memerlukan kabel) yang saat ini banyak digunakan untuk membuat jaringan kecil hingga besar. Selain menggunakan WiFi, media yang dapat digunakan pada jaringan wireless ini diantaranya adalah Bluetooth, Infrared Data Association (IrDA) dan HomeRF.
Menurut wikipedia, pengertian WiFi yang merupakan singkatan dari Wireless Fidelity ini adalah sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu: 802.11a, 802.11b, 802.11g dan 802.11n yang mempunyai data rate up to 300Mbps (downlink) and 150Mbps (uplink).
Lalu Apa itu Jaringan Wifi Adhoc?
Jaringan WiFi Ad hoc adalah mode jaringan WiFi yang memungkinkan dua atau lebih device (komputer atau router) untuk saling berkomunikasi satu sama lain secara langsung (dikenal dengan istilah peer to peer) tanpa melalui Central Wireless Router atau Acces Point (AP). Sedangkan jaringan WiFi yang menggunakan sebuah Acces Point Router untuk menghubungkan antara semua client dengan sumberdaya jaringan lainnya disebut jaringan WiFi mode Infrastructure.

Bagaimana membuat jaringan WiFi Ad Hoc di Windows 7
Dalam artikel kali ini saya akan mencoba membuat sebuah jaringan WiFi Ad Hoc pada laptop yang menggunakan sistem operasi Windows 7. Caranya sangat mudah yaitu sebagai berikut:



Jakarta – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengumumkan 168.742 peserta diterima di 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMBPTN) 2019, 48.965 orang diantaranya merupakan peserta beasiswa Bidikmisi. Menristekdikti menjelaskan, jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari 714.652 peserta yang telah mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) yang dilaksanakan selama tanggal 13 April 2019 – 26 Mei 2019 pada 24 sesi ujian.
Menteri Nasir mengungkapkan, penyelenggaraan SBMPTN 2019 merupakan penyelenggaraan SBMPTN terbaik selama lima tahun terakhir beliau menjabat sebagai Menristekdikti. Beliau menyebutkan pemerintah melalui Kemenristekdikti terus melakukan pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan Seleksi Masuk Perguruan tinggi dengan harapan Terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu serta kemampuan iptek dan inovasi untuk Indonesia Maju.
“Pengalaman saya selama lima tahun menjadi Menristekdikti, ini merupakan penyelenggaraan SBMPTN terbaik. Karena dengan dilaksanakannya Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) dapat menekan upaya perjokian dan potensi kecurangan lainnya,. Yang kami cari adalah potensi mahasiswa terbaik, bukan hanya nilai tapi potensi skolastik dan potensi akademik, sehingga anak ini bisa melanjutkan pendidikan sesuai dengan minat dan kemampuan mereka” jelas Menteri Nasir pada acara Konferensi Pers Pengumuman Hasil Seleksi Jalur SBMPTN 2019 di Ruang Sidang Utama Lt.3 Gd. D Kemenristekdikti, Senayan (9/7).
Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi mengungkapkan pengumuman hasil SBMPTN 2019 dapat diakses pada pukul 15.00 WIB melalui laman resmi LTMPT: https://pengumuman-sbmptn.ltmpt.ac.id dengan cara memasukkan nomor pendaftaran dan tanggal lahir peserta SBMPTN 2019. Pengumuan hasil seleksi ini juga dapat dilihat pada laman 12 PTN mirror lainnya, yaitu:
Sepuluh PTN dengan PEMINAT terbanyak:
1. Universitas Brawijaya (55.871);
2. Universitas Sebelas Maret (48.735);
3. Universitas Diponegoro (48.440);
4. Universitas Pendidikan Indonesia (48.231);
5. Universitas Negeri Semarang (44.937);
6. Universitas Padjadjaran (41.970);
7. Universitas Hasanuddin (41.846);
8. Universitas Jember (40.173);
9. Universitas Negeri Yogyakarta (38.007);
10. Universitas Sumatera Utara (36.585).
Sepuluh PTN dengan PEMINAT terbanyak prodi SAINTEK:
1. Universitas Brawijaya (33.987);
2. Universitas Hasanuddin (29.216);
3. Universitas Diponegoro (28.825);
4. Universitas Sebelas Maret (24.293);
5. Universitas Jember (23.399);
6. Universitas Sriwijaya (21.447);
7. Universitas Sumatera Utara (21.348);
8. Universitas Gadjah Mada (20.640);
9. Universitas Padjadjaran (20.291);
10. Universitas Andalas (19.891).
Sepuluh prodi SAINTEK dengan PEMINAT terbanyak:
1. Pendidikan Dokter Universitas Udayana (2.301);
2. Agroekoteknologi Universitas Brawijaya (2.202);
3. Pendidikan Dokter Universitas Hasanudin (2.111);
4. Agroteknologi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (1.956);
5. Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (1.920);
6. Agroteknologi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (1.884);
7. Kedokteran Universitas Sebelas Maret (1.836);
8. Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (1.751);
9. Peternakan Universitas Brawijaya (1.734);
10. Pendidikan Dokter Universitas Jember (1.716).
Sepuluh prodi SOSHUM dengan PEMINAT terbanyak:
1. Hukum Universitas Diponegoro (3.702);
2. Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (2.981);
3. Ilmu Hukum Universitas Brawijaya (2.584);
4. Manajemen Universitas Negeri Yogyakarta (2.546);
5. Manajemen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (2.532);
6. Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret (2.524);
7. Manajemen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (2.503);
8. Ilmu Hukum Universitas Jenderal Soedirman (2.204);
9. Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (2.203);
10. Manajemen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (2.202).
Sepuluh PTN dengan nilai rerata DITERIMA tertinggi (SAINTEK):
1. Institut Teknologi Bandung (689,75);
2. Universitas Indonesia (679,96);
3. Universitas Gadjah Mada (659,06);
4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (653,13);
5. Universitas Padjadjaran (634,06);
6. Universitas Diponegoro (633,25);
7. Universitas Airlangga (632,05)
8. Institut Pertanian Bogor (627,98);
9. Universitas Sebelas Maret (626,90)
10. Universitas Pembangunan Nasionan “Veteran” Jakarta (621,61).
Sepuluh PTN dengan nilai rerata DITERIMA tertinggi (SOSHUM):
1. Universitas Indonesia (662,83);
2. Institut Teknologi Bandung (662,64);
3. Universitas Gadjah Mada (659,91);
4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (632,98);
5. Universitas Diponegoro (627,51);
6. Universitas Padjadjaran (626,38);
7. Universitas Airlangga (621,95);
8. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (614,18);
9. Universitas Brawijaya (613,36);
10. Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (605,88).
Peserta disabilitas yang diterima SBMPTN 2019 sebanyak 364 peserta dari 2.047 pendaftar dengan rincian: 1. Tunanetra (13); 2. Tunarungu (171); 3. Tunawicara (166); Tunadaksa (14). Kemudian pendaftar Paket C yang diterima sebanyak 209 peserta dari 1.243 pendaftar, dengan rincian diterima di prodi Saintek 61 orang dan diterima di prodi Soshum 148 orang.
Kepada peserta yang dinyatakan lulus SBMPTN 2019 diberitahukan bahwa:
Peserta lulus SBMPTN 2019 wajib hadir pada saat registrasi (daftar ulang) pada waktu dan tempat sesuai dengan ketentuan masing-masing PTN (lihat pengumuman di laman PTN tujuan). Kehadiran pada saat registrasi menentukan proses status penerimaan peserta SBMPTN 2019 sebagai mahasiswa di PTN tujuan.
Peserta yang dinyatakan Lulus SBMPTN 2019 akan dinyatakan diterima di PTN yang bersangkutan dengan syarat memenuhi ketentuan yang dapat dilihat di laman PTN tujuan.
Bagi peserta pemohon Bidikmisi yang telah dinyatakan Lulus SBMPTN 2019, status perolehan beasiswanya masih memerlukan proses verifikasi oleh PTN tujuan.
Diberitahukan juga kepada peserta yang tidak lulus SBMPTN 2019, masih mendapat kesempatan untuk mendaftar Jalur Mandiri yang persyaratan dan waktunya dapat dilihat langsung di laman masing-masing PTN.
Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) Rilis Aplikasi “PDDIKTI Mobile”
Pada kesempatan yang sama Menristekdikti meluncurkan aplikasi pencarian data perguruan tinggi bernama “PDDikti Mobile”. Aplikasi ini hadir sebagai rujukan informasi perguruan tinggi dan memberikan kemudahan bagi para pengguna yang ingin mengakses informasi data seputar perguruan tinggi serta civitas akademika dimanapun dan kapanpun.
”Aplikasi PDDikti Mobile memiliki beberapa fitur pencarian seperti pencarian data perguruan tinggi dan data program studi. Selain itu, terdapat fitur capaian pembelajaran hingga okupasi/karir yang akan segera menyusul pada aplikasi tersebut,” tutur Nasir.
Semua data yang ditampilkan pada aplikasi PDDikti Mobile berasal dari pelaporan data perguruan tinggi yang telah dilaporkan oleh masing-masing Perguruan Tinggi. Selain itu, pada aplikasi ini juga terdapat data akreditasi perguruan tinggi dan program studi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Aplikasi PDDIKTI mobile sudah dapat diunduh melalui Play Store secara gratis dan akan segera bisa diunduh melalui App Store.
Selain itu Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar menambahkan PDDikti Mobile adalah aplikasi untuk mencari informasi terkait perguruan tinggi di Indonesia dan data program studi yang bisa dipilih mahasiswa agar kedepannya mahasiswa memilih perguruan tinggi dan program studi yang terakreditasi dan terverifikasi.
“PD Dikti Mobile adalah untuk masyarakat khususnya mahasiswa untuk mencari informasi terkait data perguruan tinggi, data program studi, dan informasi mengenai akreditasi perguruan tinggi yang mereka pilih,” tambah Ismunandar.
Pengguna tinggal melakukan pencarian dalam aplikasi tersebut, dengan cara masuk ke dalam menu pencarian kemudian isi kolom daftar nama perguran tinggi diikuti dengan mengisi nama program studi. Untuk memudahkan pencarian yang lebih spesifik silahkan mengisikan kolom provinsi/kota perguruan tinggi. Setelah kolom diisi maka data akan muncul dan memberikan informasi umum dari perguruan tinggi maupun program studi.
Turut hadir pada acara tersebut Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im, Ketua LTMPT Ravik Karsidi, Ketua MRPTNI Kadarsyah Suryadi, Wakil Ketua LTMPT Joni Hermana, dan Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi.
“Ada rasa gelisah, ada rasa galau di dalam keberagamaan saat ini. Maka saya kira organisasi-organisai agama Islam yang ada di tanah air memang perlu berpikir ulang, bagaiamana mengembalikan agama seperti misinya yang pertama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW,” tutur Prof. Dr. H. M. Amin Abdullah pada acara pengajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019).
Dengan hadirnya media social menurut Prof. Amin Abdullah, yang semestinya menjadi arus utama dalam informasi, tetapi ketika masuk ke wilayah agama justru menjadi sebaliknya, yaitu tidak membahagiakan dan tidak mencerahkan.
“Nabi Muhammad diutus ke dunia ini bukan untuk menakut-nakuti orang, tetapi untuk membahagikan, untuk mencerahkan kiri-kanan, mencerahkan dirinya sendiri, jangan sampai kemudian, ya beragama, tapi tidak bahagia”, ucap Amin .
Prof. Amin berpesan bahwa apa bila kita ingin bahagia maka harus di jauhkan dari berprasangka buruk didalam kerukunan beragama.
Pada acara pengajian tersebut dihadiri oleh, Ketua Umum PP Muhammadiyah: Dr. H. Haedar Nashir M. Si, Sekretaris Umum: Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed dan Pemateri : KH. Abdullah Gymnastiar (AA Gym).
SURABAYA – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) terus melakukan terobosan, baik dalam program, kebijakan, maupun optimalisasi pelayanan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia (SDM) Tanah Air. Salah satu cara yang ditempuh, yakni mengefektifkan proses pendirian perguruan tinggi dan pembukaan program studi (prodi) sehingga dalam hitungan hari izin sudah dapat keluar. Hal ini disampaikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir dalam acara Sosialisasi Pengusulan Pendirian dan Perubahan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) serta Pembukaan Prodi Tahun 2019 di Surabaya, Rabu malam (30/1).
Pada acara yang dihadiri oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I-XIV dan sejumlah pimpinan PTN itu, Menteri Nasir menjelaskan bahwa reformasi birokrasi sudah dilakukan oleh Kemenristekdikti sejak tahun 2017. Namun, masih ada sejumlah kendala, seperti lamanya validasi untuk izin pendirian perguruan tinggi atau prodi yang menyebabkan terhambatnya penerbitan surat keputusan (SK). Oleh sebab itu, mulai tahun ini pihaknya membuat gebrakan proses perizinan akan selesai dalam 15 hari kerja, dengan estimasi proses maksimal lima hari kerja di setiap unit Eselon I Kemenristekdikti.
“Masalah saat ini adalah izin sulit keluar, bisa membutuhkan waktu enam bulan sampai satu tahun. Tetapi setelah berjalan, ternyata banyak juga prodi yang belum terakreditasi, atau akreditasinya sudah kadaluarsa. Untuk menyelesaikan masalah ini perlu komitmen, dan setelah dibahas bersama biro hukum dan Ditjen Kelembagaan maka ada kesepakatan selesai dalam 15 hari kerja, masing-masing lima hari di unit Eselon I, yaitu yang dalam hal ini Ditjen Kelembagaan, Ditjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, dan Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan,” tutur Menteri Nasir.
Proses perizinan sendiri melibatkan Kemenristekdikti dan LLDikti. Menteri Nasir mencontohkan, pada pendirian prodi, usulan dilakukan secara online. Kemudian, dilanjutkan dengan verifikasi dokumen serta evaluasi terkait kecukupan dosen. Setelah itu jika disetujui, proses evaluasi non dosen, seperti mengecek lokasi dan ketersediaan ruang kuliah dilimpahkan kepada oleh LLDikti. Tak hanya itu, Menteri Nasir menyebut, sebagai langkah aksi percepatan, ke depan akan dikembangkan SK elektronik dengan digital signature.
“Pengawasan menjadi penting setelah proses perizinan ini dipercepat. Maka dari itu, monitoring dan evaluasi akan diperketat. Dalam menerima usulan pun juga akan diidentifikasi terlebih dahulu, disesuaikan dengan kebutuhan. Saat ini, kami fokus pada pendidikan vokasi sehingga untuk izin pendirian perguruan tinggi, yang dibuka adalah perguruan tinggi vokasi dan institut teknologi. Sedangkan prodi yang diberikan izin adalah prodi bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM). Untuk prodi sosial dimoratorium dahulu,” ujarnya.
Penyederhanaan tidak hanya pada waktu, tetapi juga pada instrumen. Menteri Nasir memaparkan, kriteria untuk perizinan pendirian program sarjana, magister, dan diploma yang sebelumnya lima kriteria sekarang menjadi tiga kriteria. Begitu juga untuk program doktor dari sembilan kriteria menjadi tiga kriteria. Adapun Kemenristekdikti melakukan pelonggaran kebijakan yang tercantum dalam Permenristekdikti Nomor 51 Tahun 2018, mencakup jumlah dosen dan prodi minimal, serta batas usia dosen.
“Batas usia dosen yang sebelumnya 58 tahun, kini menjadi 58 tahun untuk dosen yang belum ber-NIDN. Sedangkan yang memiliki jabatan akademik non guru besar 65 tahun, dan 70 tahun bagi yang guru besar,” imbuhnya.
Dengan proses perizinan yang semakin sederhana, Menteri Nasir berharap akan muncul berbagai prodi inovatif yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Sebagai contoh, di Universitas Riau belum lama ini mendirikan D-3 pulp dan kertas Kendati demikian, lanjut Menteri Nasir, harus diimbangi dengan kualitas pengajaran, dosen, serta akreditasi yang mumpuni. Ia menegaskan, perguruan tinggi yang mutunya tidak baik dalam berbagai aspek akan di-merger, bahkan ditutup.
Pada kesempatan tersebut, Plt Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, Patdono Suwignjo menjelaskan, pelaksanaan percepatan perizinan terkait pengusulan pendirian dan perubahan PTS serta pembukaan prodi tahun 2019 sudah dimulai sejak Senin lalu. Namun, pihaknya mengakui untuk pelaksanaannya masih dibutuhkan sosialisasi, terutama bagi masing-masing LLDikti. Adapun terkait panduannya, dapat diakses melalui http://silemkerma.ristekdikti.go.id/.
Dirjen Patdono mengatakan, nantinya LLDikti juga berperan pada proses pendirian prodi di perguruan tinggi negeri (PTN). Terkait hal tersebut, untuk menyiapkan SDM yang kompeten, pihaknya dalam waktu dekat melakukan coaching evaluator dan merekrut evaluator baru.
“Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pedoman dan pembelajaran kepada seluruh kepala LLDikti agar mereka memahami sistem baru ini. Kami berharap, setelah ini masing-masing LLDikti segera melakukan pelatihan untuk mengusulkan izin prodi melalui sistem,” tandas Dirjen Patdono.
Pada kesempatan tersebut hadir masing-masing Kepala LLDikti wilayah I-XIV, sejumlah Rektor Universitas dan Direktur Politeknik, serta sejumlah Pejabat Eselon II dan III di lingkungan Kemenristekdikti.
Ada yang masih ingat kasus Y2K (Year 2 Kilo atau Year 2000)? Kejadian tersebut akibat adanya perubahan sistem digit tahun pada sistem komputer antara tahun 1999 ke 2000. Sebelum perubahan tahun 2000, pada tahun 1999 digit tahun ditulis “hanya 99” sebagai arti tahun 1999. Andai tidak ada kasus Y2K, maka tahun 2000 menjadi “tahun 00”. Apa yang terjadi bila Anda bertransaksi bulan Januari tahun 2000 tanpa ada kasus Y2K? Maka transaksi Anda akan menjadi di Januari 1900. Saat itu terjadi perubahan besar-besaran sistem “century” pada bahasa pemprograman menjadi 4 digit. Saat itu sistem komputer AS400 digeser oleh Platinum2000. Jadi tanpa kita sadari, revolusi industri 4.0 sudah dimulai sejak kasus Y2K ada.
Beberapa prediksi menarik:
1. Bengkel perbaikan kendaraan akan hilang.
2. Mesin yang menggunakan bensin memiliki 20.000 bagian. Motor yang menggunakan listrik hanya memiliki 20 bagian. Mobil listrik dijual dengan garansi seumur hidup dan hanya diperbaiki oleh dealer. Hanya perlu waktu 10 menit untuk mencopot dan mengganti motor yang menggunakan listrik.
Internet sering disebut sebagai rimba raya informasi dengan sekian banyak layanan yang bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, bahkan cukup banyak yang gratis. Inilah yang menjadi salah satu daya tarik internet saat ini. Dan kalo diamati lagi, bahwa sebenarnya semuanya adalah World Wide Web dengan beragam layanan yang ditawarkan. Berikut ini beberapa jenis layanan WWW yang perlu diketahui, antara lain :
1. Web Mail Service
Salah satu layanan yang paling banyak digunakan orang di internet adalah email, dan untuk bisa saling berkirim email kita harus memiliki email account tertentu. Saat ini sudah cukup banyak situs web yang memberikan email account secaa gratis tanpa bayar. Kita bisa langsung memesan sebuah email account dengan nama tertentu sesuai dengan keinginan kita. Contoh : mail.yahoo.com, www.hotmail.com, dll.
2. Search Engine
Seringkali kita memerlukan untuk mencari sesuatu dari web, akan tetapi kita belum mengetahui dimanakah alamat situs web yang memberikan layanan atau informasi tersebut. Padahal jumlah situs web saat ini sudah mencapai ratusan juta situs dengan berbagai layanan yang ditawarkan. Untuk itu kita memerlukan sebuah aplikasi bantu yang akan mencari apa yang kita butuhkan di situs-situs web. Alat bantu itu disebut Search Engine. Dengan search engine kita akan cepat menemukan alamat situs yang berisi informasi yang kita butuhkan. Contoh situs search enngine : www.google.com, www.yahoo.com, dll.
3. Web Hosting
Setelah proses design dan proses penyusunan sebuah situs web selesai, maka selanjutnya kita akan upload situs tersebut di internet. Untuk itu kita memerlukan web space untuk meletakkan situs yang telah jadi itu. Bila kita berlangganan pada sebuah ISP, biasanya kita diberikan space khusus untuk keperluan ini. Akan tetapi bila tidak demikian, kita dapat menggunakan layanan web hosting gratis yang ditawarkan di internet. Contoh situs yang menawarkan web hosting gratis yaitu : www.geocities.com, www.coolfreepages.com, www.lonex.com, dll.
4. Portal.
Kalau dalam dunia nyata kita kenal mall atau plaza, yang menyediakan semua yang kita butuhkan saat belanja, maka di dunia maya pun ada fasilitas seperti ini. Di dalam satu situs web, tidak hanya menawarkan satu layanan saja, tetapi bermacam-macam layanan sekaligus. Situs seperti ini, disebut sebagai portal. Contoh portal: www.yahoo.com, www.astaga.com, dll.
Awal mula teknologi internet dimulai pada tahun 1969, saat Departemen Pertahanan (DOD) Amerika Serikat mendanai sebuah proyek penelitian jaringan komputer yang dilakukan oleh Advanced Research Projects Agency (ARPA). Penelitian ini bertujuan untuk membangun jaringan komputer berskala nasional (Amerika) yang memungkinkan agen-agen pemerintah dan militer saling berkomunikasi dan berbagi informasi walaupun masing-masing agen menggunakan tipe jaringan yang berbeda.
Secara sederhana, Internet adalah kumpulan dari jutaan komputer di seluruh dunia yang terkoneksi antara yang satu dengan yang lain. Media koneksi yang digunakan bisa melalui sambungan telpon, serat optik (fiber optic), kabel koaksial (coaxial cable), satelit atau dengan koneksi wireless.
Mungkin Anda sudah sering dengar istilah LAN atau WAN. Tahukah Anda kalau mereka adalah jaringan komputer? Di artikel kali ini, kami akan membahas pengertian jaringan komputer, jenis-jenis, serta topologinya.